Feeds:
Posts
Comments
MEMILIKI tambatan hati yang pencemburu atau pemarah sekalipun bisa Anda taklukkan dalam sekejap, asalkan Anda tahu bagaimana cara meluluhkan hatinya.

Persiapan trik jitu menaklukkan hatinya tak hanya akan membuahkan hasil manis pada hubungan kalian berdua, melainkan hal ini juga bisa bermanfaat membuat Anda semakin disayang oleh pasangan.

Menurut berita yang dilansir Lovingyou, Sabtu (4/4/2009), agar semakin dicintai oleh pujaan hati, Anda harus menemukan rahasianya:

Perhatian yang utama

Setiap pasangan pastinya ingin selalu mendapatkan curahan kasih sayang dari pujaan hati. Jika kekasih Anda tergolong pekerja keras yang selalu sibuk di kantor, manfaatkan waktu yang ada dengan memberikan curahan kasih sayang kepadanya. Misalnya, mengingatkan untuk makan pada waktunya, atau luangkan waktu untuk menemaninya makan siang atau dinner berdua. Lambat laun perhatian yang Anda berikan akan membuat dia tersadar betapa ruginya dia bila kehilangan Anda.

Telepon romantis

Untuk terlepas dari kejenuhan dalam hubungan, Anda harus giat-giat melancarkan aksi ‘telepon romantis’. Sesekali menceritakan tentang kenangan di masa lalu yang paling berkesan dalam kehidupan cinta kalian berdua atau bertukar pikiran tentang masa depan, tak ada salahnya dicoba. Supaya terasa lebih romantis, awali pembicaraan di telepon dengan kata ‘Halo sayang’ atau akhiri dengan kata cinta ‘I love you’.

Cintai dia apa adanya

Jika Anda ingin disayang seutuhnya, maka Anda pun terlebih dahulu bisa mencintai dia apa adanya. Tak perlu memaksakan dia menjadi boneka rekayasa ciptaan Anda sendiri. Tetapi biarkan dia merasakan nyaman saat berada di samping Anda. Dalam hal ini Anda pun dituntut bersikap baik. Jangan sampai kekasih Anda menganggap keberadaan Anda sebagai ancaman baginya. Mencintai dia apa adanya adalah kunci yang perlu Anda pegang erat agar selalu bisa merasakan kasih sayang penuh darinya.

ANTIOKSIDAN 2

Antioksidan, Penangkal Penuaan Dini


Setiap orang pasti ingin berumur panjang. Dan apapun akan dilakukan untuk mewujudkannya. Namun menjadi tua adalah takdir, hukum alam yang tak mungkin dihindari. Namun, kini para ahli dengan segala penemuannya berpendapat bahwa proses takdir itu (penuaan) dapat diperlambat. Penuaan dapat dihambat dengan sebuah zat bernama antioksidan. Tapi, apakah antioksidan itu?

Antioksidan, Zat Penghambat Penuaan

Antioksidan merupakan zat yang anti terhadap zat lain yang bekerja sebagai oksidan atau sering disebut dengan radikal bebas. Radikal bebas adalah sejenis oksigen yang susunan atomnya tidak sempurna. Zat ini merupakan zat berbahaya yang sangat reaktif dan bersifat merusak jaringan organ-organ tubuh hingga menimbulkan berbagai penyakit di usia tua.

Radikal bebas muncul sebagai dampak dari kehidupan itu sendiri. Setiap makhluk hidup akan menghasilkan radikal bebas sebagai produk samping dari proses pembentukan energi. Energi dihasilkan dari proses metabolisme dengan mengoksidasi (membakar) zat-zat makanan, seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Dalam proses oksidasi inilah radikal bebas ikut terproduksi.

Selain dari proses metabolisme, radikal bebas juga muncul pada setiap proses pembakaran, seperti merokok, memasak, pembakaran bahan bakar pada mesin dan kendaraan bermotor. Ketika sinar ultraviolet menerpa suatu benda terus menerus, elektron atom benda tersebut akan meloncat dari orbitnya, dan terciptalah radikal bebas. Radikal bebas akan selalu bertebaran dimana-mana.

Nah, supaya radikal bebas tidak merajalela, maka tubuh dengan sendirinya akan memproduksi zat antioksidannya. Antioksidan yang diproduksi di dalam tubuh (endogen) berupa tiga enzim, yaitu, superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GSHPx), katalase, serta non enzim, yaitu senyawa protein kecil glutation. Ketiga enzim dan senyawa glutation itu bekerja menetralkan radikal bebas. Pekerjaan itu dibantu oleh asupan antioksidan dari luar (eksogen) yang berasal dari bahan makanan. Seperti vitamin E, C, betakaroten dan senyawa flavonoid yang diperoleh dari tumbuhan.

Cara Kerja Antioksidan

Antioksidan menghalangi proses oksidasi dengan cara menetralisir radikal bebas. Dalam proses itu antioksidan pun teroksidasi. Itulah mengapa kita harus terus mengisi ulang antioksidan dalam tubuh kita. Antioksidan bekerja dalam dua cara :

· Pemutusan rantai – Saat radikal bebas melepaskan atau mengambil elektron, radikal bebas lain akan terbentuk. Lalu molekul ini akan berputar, dan melakukan hal yang sama pada molekul yang lain, dan menghasilkan molekul lain, begitu seterusnya. Proses ini terjadi sampai terjadi pemutusan, atau radikal bebas itu sudah distabilkan oleh antioksidan “pemutus rantai” seperti betakaroten, vitamin C dan E.

· Pencegahan – Dengan cara mengurangi tingkat inisiasi rantai, yaitu dengan memicu inisiasi radikal bebas, antioksidan dapat merintangi pemutusan rantai oksidasi. Mereka juga dapat mencegah oksidasi dengan cara menstabilkan transisi logam berat seperti tembaga dan besi.

Efektivitas kerja antioksidan tergantung dari jumlah, bagaimana dan dimana radikal bebas dihasilkan serta target kerusakannya. Dengan begitu, dalam suatu proses antioksidan dapat melindungi kita dari pengaruh radikal bebas, pada sistem lain tidak berefek sama sekali. Bahkan dalam keadaan tertentu antioksidan dapat meningkatkan proses oksidasi dengan menghasilkan jenis oksigen yang membahayakan.

Sumber Antioksidan

· Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah-buahan, sayuran dan biji-bijian adalah sumber antioksidan yang baik dan bisa meredam reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menekan proses penuaan dini. Tomat mengandung likopene, yaitu antioksidan yang ampuh menghentikan radikal bebas sehingga tak berkeliaran mecari asam tak jenuh dalam sel. Hal yang sama dilakukan lutein dan zeasantin yang terdapat pada bayam, diketahui amat aktif mencegah reaksi oksidasi lipid pada membran sel lensa (mata) sehingga kita terhindar dari katarak. Sedangkan antioksidan vitamin seperti vitamin C, E dan betakarotenoid akan menstabilkan membran sel lensa dan mepertahankan konsentrasi glutation tereduksi dalam lensa.

· Kopi – Secangkir kopi yang kita minum tiap pagi ternyata tidak sekedar membuat kita terjaga dan bersemangat. Penelitian terbaru di amerika menunjukkan bahwa kopi adalah sumber utama antioksidan. Kopi yang diminum tidak harus kopi yang keras, kopi tanpa kafein (decaf) juga memberi antioksidan dalam jumlah yang sama. Cukup dengan minum satu atau dua cangkir kopi tiap hari sudah memberi kebutuhan antioksidan yang dibutuhkan.

· Teh – Pada dasarnya daun teh mengandung tiga komponen penting, yaitu kafein yang memberikan efek penyemangat, tannin yang memberi kekuatan rasa, dan polifenol yang mempunyai banyak khasiat kesehatan. Polifenol pada teh ini adalah antioksidan yang kekuatannya 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E. Teh kaya akan antioksidan, kegiatan antioksidan dalam darah peminum teh akan meningkat41 – 48 % setelah 30 menit minum teh hijau dan 50 menit setelah teh hitam. Teh juga dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner dan melindungi terhadap munculnya kanker esophageal. Untuk mendapatkan khasiat antioksidan dalam teh, dianjurkan agar kita menyeduh teh dalam air hangat selama tiga menit. Jangan minum teh panas, karena justru mendorong timbulnya kanker tenggorokan, karena melepuhkan esophagus dan menciptakan luka sehingga rentan terkena kanker.

Data ilmiah menunjukkan individu yang rajin mengkonsumsi sumber-sumber antioksidan memiliki peluang awet muda lebih besar. Juga menghindarkan dari penyakit yang terkait dengan penuaan seperti kanker dan pernapasan. Langkah sehat lainnya yaitu dengan mengurangi asupan jumlah kalori yang berasal dari karbohidrat dan lemak. Kalori dapat mempercepat penuaan dini karena untuk mengubahnya menjadi energi diperlukan lebih banyak oksigen. Namun di sisi lain oksigen memicu banyak radikal bebas yang bersumber dari senyawa reaktif oksigen, yang kemudian menyerang sel-sel dan akhirnya mempercepat proses penuaan dini. Oleh sebab itu, mari kita perbanyak asupan antioksidan.

(Dikutip dari Newsletter PT Askes (Persero))


Pernah merasa otot-ototmu nyeri, pikiranmu melayang, dan nafasmu sesak saat mengamati sebuah kejadian?? Aku pernah, kemarin saat aku melihat sebuah liputan di TV. Sudah rutinitasku, menekan tombol on sepulang dari kantor. Sesaat, aku merasa terhibur dengan sebagian akhir tayangan komedi. Namun, tawa yang baru aku lepas harus aku tarik kembali. Aku melihat seorang ibu tua yang menangis, memohon dan mencoba mempertahankan haknya. Haknya untuk tetap bekerja. Ia seorang ibu dengan beberapa anak yang masih kanak. Sebuah dalih ‘Toleransi” mereka ungkapkan untuk membenarkan tindakan mereka. Toleransi macam apa sebenarnya? Ibu itu juga menjalankan ibadahnya, tidak kah mereka tau itu. Untuk satu, dua sampe tujuh hari mungkin mereka masih mampu bertahan untuk tidak bekerja. Tapi bagaimana dengan tiga puluh hari? Apakah itu tidak terlalu lama? Mereka masih butuh uang, tidak hanya untuk bersantap sahur dan buka. Mereka ingin merayakan hari Raya mereka, sebuah hari kemenangan. Apakah itu semua tidak membutuhkan uang? Rengek anak untuk baju baru, sepatu baru, bepergian ke rumah saudara. Apakah seorang ibu tahan mendengarnya? Apa itu tidak butuh uang?Belum lagi biaya sekolah, kebutuhan hidup sehari-hari,uang jajan. Apa itu tidak butuh uang?Pekerjaan yang ibu-ibu ini lakukan halal, murni sebuah tempat bersantap siang, tanpa embel-embel dan tanda kutip. Lalu dimanakah toleransi yang dituntut? Toh tempat itu tertutup. Sebenarnya, siapakah yang tidak mampu bertoleransi? Ibu ini dan ibu-ibu yang lain, yang berprofesi sama dengannya kah? atau orang-orang yang mengobrak-abrik dagangannya dan merusak alat-alatnya? Aku bingung dengan sikap mereka, mereka juga butuh uang untuk mencari rezeki. Untuk buka setengah hari, setelah waktu berbuka mungkin dirasa kurang cukup. Dimana kasih mereka? Mereka tidak memberi modal tapi malah merebut modal ibu-ibu ini? Apakah tidak semakin berat beban yang harus mereka pikul? Ingat, lihat kembali, ibu itu sama dengan mereka, ibu itu juga butuh hidangan sahur dan buka. Bagaimana mereka bisa beribadah kalau mereka tidak bekerja? Mereka juga harus ditoleransi. Pasti mereka juga tahu diri. Satu lagi, dalih untuk toleransi. Bagaimana dengan yang tidak berpuasa? Apakah mereka harus ikut berpuasa? Padahal mereka sedang berhalangan atau memang mereka tidak beribadah. Semua orang pasti menghormati bulan yang suci ini, aku yakin itu. Sebenarnya, semua akan kembali ke hati kita. Apabila kita mempunyai niat suci untuk beribadah kita tidak akan tergoda, meski orang secara tidak sengaja menggoda kita. Mari kita buka kembali mata kita, kita lihat orang-orang sekeliling kita. Itulah pekerjaan mereka, mata pencaharian dan topangan hidup mereka. Apabila mereka tidak bekerja tentunya mereka tidak makan. Aku diam kalau tempat mereka memang layak ditutup, tempat yang menodai bulan yang suci ini. Tapi kita lihat apakah tempat mereka layak ditutup? Mari kita buka fikiran kita, dengan melihat semuanya, coba kita berfikir. Apakah tindakan yang kita lakukan benar? Dengan merusak, mengobrak-abrik sampai menyita alat-alat mereka. Bukankah mereka semakin sengsara? Semakin berat beban yang harus dipikul dengan kehilangan modal mereka. Mari kita buka hati kita, adakah kasih bagi mereka. Bukankah lebih baik kita mengoreksi hidup dan ibadah kita. Sudakah layak hidup kita bagi-Nya. Perlukah berepot-repot menyerukan toleransi kepada semua orang? Mampukah diri kita sendiri bertoleransi terhadap yang lain? Maaf, saya tidak ingin menyinggung pihak manapun. Saya hanya ingin mengajak kita semua membuka mata, fikiran dan hati kita sehingga kita tidak salah melangkah. Jangan sampai niat baik yang kita lakukan justru menyengsarakan orang lain.

Seorang penyair berkata,

“jiwaku yang punya sesuatu akan pergi,
Mengapa aku harus menangisi sesuatu yang harus pergi”

Dunia dengan emas dan peraknya, dengan jabatan dan rumah megahnya, maupun dengan istananya, tidak berhak mengalirkan setetespun air mata kita. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda “dunia ini terkutuk, semua yang ada di dalamnya terkutuk, kecuali dzikir kepada Alalh, hal-hal yang bersangkutan dengan dzikir, seorang alim dan seorang pelajar”

Dunia dan kekayaan itu sebenarnya tak lebih dari barang titipan. Demikian dikatakan oleh Labid,

“harta dan keluarga hanyalah barang titipan, dan suatu saat barang titipan itu akan dikembalikan”

Uang miliaran, rumah-rumah megah, dan mobil-mobil mewah tidak akan menangguhkan kematian seorang hamba. Demikian dikatakan oleh Hatim ath-Thai,

“demi hidupmu, kekayaan takkan memberi manfaat kepada seorang pun, ketika dada sudah tersengal dan sesak”

Oleh sebab itulah kalangan bijak bestari mengatakan “tentukan harga sesuatu itu secara rasional. Sebab, dunia dan seisinya tidak lebih mahal dari jiwa seorang mukmin”

“dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main” (QS. Al-Ankabut : 64)

Hasan al-Bashri mengatakan “jangan tentukan harga dirimu, kecuali dengan surga. Jiwa orang yang beriman itu mahal, tapi sebagian dari mereka justru menjualnya dengan harga yang murah”

Orang-orang yang menangis meraung-raung karena kehilangan harta mereka, karena rumah mereka yang hancur, dan karena mobil-mobil mereka yang terbakar, yang tiada menyesali dan bersedih atas merosotnya nilai keimanan mereka, atas dosa-dosa mereka, dan atas sikap mereka yang memandang sebelah mata terhadap nilai ketaatan kepada Allah SWT, niscaya akan menyadari bahwa mereka tidak ada nilainya jika diukur dengan apa yang ditangisi, dan akan menyesali apa yang mereka lakukan. Letak permasalahannya adalah permasalahan nilai, idealisme, sikap dan misi.

“Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat)” (QS. Al-Insan : 27)

Meski sudah tidak suasana lebaran, yeti ingin meminta pendapat teman blogger semua. Sebenarnya mudah minta maaf apa memaafkan sich?

Yang yeti tau yang penting adalah hatinya. Hati yang digunakan untuk meminta maaf dan memberi maaf. Tulus dan ikhlas. Bukan basa-basi yang benar-benar basi, atau hanya sekedar dimulut saja….

Terkadang orang yang susah minta maaf, terkesan sombong. Tidak mau merendahkan hati. Orang yang tidak mau memaafkan apalagi. Lebih parah sombongnya kan? Tuhan saja mau mengampuni kok, kita manusia, hambaNya sulit memaafkan.

Tapi, bagaimana dengan kasus ini?

Suatu hari, ada seorang Shinta  kehilangan penggaris. Ia menangis, mengadu pada gurunya. Saat penggaris yang dicari ditemukan dalam tas Widhi seorang temannya, semakin menjadi-jadi saja tangisnya. Ternyata, si pencuri adalah teman karibnya. Sang guru berfikir, semua beres setelah si pencuri meminta maaf pada temannya. Pelajaran pun bisa dilanjutkan. Tetapi ternyata jawab Widhi, “Pak saya tidak mau minta maaf. Saat saya minta maaf itu semakin menunjukkan kalau saya bersalah. Saya tidak bersalah”.

Hmm…maaf diucapkan bukan sekedar menyelesaikan masalah, membuat diam teman yang menangis. Maaf diucapkan saat hati kita benar-benar merasa bersalah, dengan tulus menyelesaikan masalah yang ada.

Tetapi diluar susah atau mudah, yang pasti kata maaf itu perlu. “Maafkan aku” dan “Aku memaafkanmu” dalam hubungan apa saja. Keluarga, persahabatan, pertemanan, kemitraan dan hubungan-hubungan yang lain.

Semoga kita semua menjadi orang yang mampu minta maaf dan memberi maaf…

Terimalah Aku Apa Adanya

p2Di bawah naungan ajaran Islam, pernikahan sepasang insan suami istri menjalani hidup mereka dalam satu perasaan, menyatunya hati dan cita-cita. Namun adakalanya pernikahan harus berjalan di atas kerikil. Apalagi saat pandangan mulai berbeda, tujuan tak lagi sama. Mempertahankan keutuhan dan keharmonisan rumah tangga terasa tak lagi mudah. Di mata kita pasangan selalu serba salah dan penuh kekurangan.

Keluarga Samara

Pernikahan adalah fitrah kemanusiaan. Karenanya Islam menganjurkan, sebab nikah merupakan gharizah insaniyah. Sebagaimana Allah berfirman,

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Ar-Ruum : 30).

Islam memberi penghargaan tinggi pada pernikahan dan Allah menyebutnya sebagai ikatan yang kuat. Dalam al-Quran surat An Nisaa : 21

“… dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat”

Demikian agungnya ikatan pernikahan hingga sebanding dengan separuh agama. Begitulah, keputusan dua insan berbeda untuk menikah tentunya dengan pertimbangan matang, faham dan tahu tujuan dari pernikahan. Mengerti betul perbedaan akan disatukan dalam perkawinan. Hingga pemahaman-pemahaman dari ini diharapkan akan membawa pada keharmonisan dan kelangsungan pernikahan pada keabadian.

Pernikahan adalah bangunan yang bertiang Adam dan Hawa yang membangun kecintaan dan kerjasama, penuh mawadah, ketenteraman, pengorbanan, dan juga hubungan rohani yang mulia dan keterikatan jasad yang disyariatkan.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Ar-Ruum :21).

Ayat ini merupakan pondasi kehidupan yang diliputi suasana perasaan yang demikian sejuk. Istri ibarat tempat bernaung bagi suami setelah seharian bekerja keras. Penghiburnya di saat lelah. Suasana rumah yang penuh belas kasih hingga menumbuhkan ketenteraman. Sebaliknya suami yang baik akan memberikan timbal balik yang sama.

Suami sebagai pemimpin rumahnya dengan bantuan dan dukungan istri akan bertindak sebijaksana mungkin mengatur rumah tangganya tanpa harus bersikap otoriter. Dan jika tugas suami istri berjalan seimbang maka akan memberi ketenteraman dan kemantapan dalam hubungan suami istri. Dan anak-anak yang tumbuh dalam “lembaga” yang bersih ini akan tumbuh dengan baik. Sebab individu yang bernaung di dalamnya tahu hak dan kewajibannya sebagaimana sabda Rasulullah n,

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin bertanggungjawab atas yang dipimpinnya.”

Maka tak heran kalau keluarga harmonis yang saking penuh mawadah warahmah akan mudah diwujudkan. Insyaallah.

Hak dan kewajiban suami istri

Kesan terbaik yang tertangkap dari rumah tangga Nabawi adalah terjaganya hak dan kewajiban dalam hubungan suami istri. Bahkan hak itu tetap diperoleh Khadijah dari Rasulullah meski Khadijah telah wafat hingga membuat Aisyah cemburu. Padahal Aisyah tak pernah berjumpa dengannya. Hal itu semua karena Rasulullah sering mengingat kebaikan dan jasanya.

Keharmonisan dalam rumah tangga akan dengan sendirinya terwujud jika pihak suami atau istri tahu hak dan kewajiban masing-masing. Rasa kasih dan sayang sebagai fitrah Allah di antara pasangan suami dan istri akan bertambah seiring dengan bertambahnya kebaikan pada keduanya. Sebaliknya, akan berkurang seiring menurunnya kebaikan pada keduanya. Sebab secara alami, jiwa mencintai orang yang memperlakukannya dengan berbuat baik dan memuaskan untuknya, termasuk melaksanakan hak dan kewajiban suami istri.

Suami memiliki hak yang besar atas istrinya. Di antara hak itu misalnya:

Menjaga kehormatan dan harga dirinya, mengurusi anak-anak, rumah dan hartanya saat suami tak ada di sisinya. Allah l berfirman :

“….. wanita yang shalihah adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri saat suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara mereka…… “ (An Nisa: 34).

Dalam haditsnya Rasulullah bersabda,

“Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggungjawab atas kepemimpinannya.” (Riwayat Bukhari Muslim).

Berpenampilan menyenangkan di depan suami dan bersikap manis. Sebagaimana Rasulullah bersabda,

“Sebaik-baik wanita adalah yang bisa membuatmu senang saat engkau pandang, menaatimu saat engkau perintah dan menjaga dirinya dan hartamu saat engkau tinggal.” (Riwayat Tabrani)

Hak lain suami adalah tidak mengizinkan istri memasukan orang yang dibenci suami, menjaga rahasia suami istri termasuk dalam urusan ranjang, berusaha menjaga kelanggengan bahtera rumah tangga, tidak meminta cerai tanpa sebab syar’i.

Dari Tsauban, Rasulullah berkata, “wanita manapun yang minta cerai kepada suami tanpa sebab, maka haram baginya mencium bau surga”. (Riwayat Tirmidzi, Abu Daud).

Selain itu istri harus banyak bersyukur dan tidak banyak menuntut. Perintah ini sangat ditekankan Islam, bahkan ancaman Allah tak akan melihatnya pada hari kiamat kelak jika istri berbuat demikian.

“Sesungguhnya Allah tidak akan melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya dan dia selalu menuntut (tidak pernah merasa cukup)”

Masih banyak hak-hak suami atas istrinya. Di samping itu suami pun harus memberikan hak istrinya serta menjalankan kewajibannya. Di antaranya adalah memberi makan pada istri apabila ia makan, memberikannya pakaian, tidak memukul wajah istri, tidak menjelek-jelekkan kekurangannya, tidak meninggalkan istri melainkan di dalam rumah, memperlakukan dengan lembut dan menggaulinya dengan baik.

Selain suami memiliki kewajiban memberi nafkah lahir batin, suami berkewajiban mengajarkan ilmu agama apalagi ia memegang kepemimpinan dalam rumah tangga. Hingga ia pun wajib membekali diri dengan ilmu yang syar’i, dengan demikian ia akan mampu membawa keluarganya, istri dan anaknya dalam kebaikan. Jika ia tidak sanggup, mengajar mereka, suami harus mengajak mereka menuntut ilmu syar’i bersama ataupun menghadiri majelis-majelis ilmu. Suami pun harus memberi teladan baik dalam mengemban tanggung jawabnya dan atas apa yang dipimpinnya.

Menerima Kekurangan dan Kelebihan

Kita melihat bagaimana al-Qur’an membangkitkan pada diri masing-masing pasangan suami istri suatu perasaan bahwa masing-masing mereka saling membutuhkan satu sama lain dan saling menyempurnakan kekurangan.

Ibaratnya wanita laksana ranting dari laki-laki dan laki-laki adalah akar bagi wanita. Karena itu akar selalu membutuhkan ranting dan ranting selalu membutuhkan akar. Sebagaimana firman Allah dalam al-A’raf 189,

“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya.”

Karena itu, pernikahan tak hanya menyatukan dua manusia berbeda tapi juga menyatukan dua perbedaan, kelebihan dan kekurangan sepasang anak manusia. Dimana masing-masing akan saling mengisi dan melengkapi kekurangan satu dengan yang lain. Sementara menjadikan kelebihan masing-masing untuk merealisasikan cita-cita pernikahan sesungguhnya.

“Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (al Baqarah : 187).

Dengan memahami hal ini, kehidupan rumah tangga akan tenteram. Dan tenang berlayar, sangat mustahil ditemukan sepasang suami istri yang sempurna segala sesuatunya. Yang bisa dilakukan adalah dengan jalan saling memahami dan menghargai satu sama lain.

Menerima apa adanya kekurangan atau kelebihan pasangan. Tidak membandingkan pasangan kita dengan yang lain. Karena hal-hal seperti ini tidak akan membuat nyaman hubungan namun hanya akan menjadikan kita makin sensitif dengan segala perbedaan. Dan sekali lagi memaafkan semua kekurangan pasangan adalah lebih baik. Hargailah segala kelebihannya. Dan berterima kasihlah atas semua yang telah dikerjakan dan diberikan pasangan pada kita. Insyaallah ini akan membuat makin manisnya hubungan dengan pasangan.

Mungkin ada hal-hal yang tak kita sukai pada pasangan kita, namun bukanlah masih ada hal-hal baik yang kita sukai dan lihat ada padanya? Kita harus bijaksana menyikapi hal ini.

Kita tak perlu berpura-pura dan menutupi kekurangan kita hanya karena takut tak sempurna di hadapan si dia. Karena bisa saja justru hal ini akan menyeret kita pada hal-hal berbahaya. Moralnya saja dengan berbohong menjanjikan ini dan itu serta janji setinggi langit. Padahal kita tahu tak akan bisa memenuhinya. Jika pasangan tahu tentu ia akan marah dan jengkel hingga membuahkan pertengkaran dan hal-hal buruk lain. Bukanlah lebih baik kita selalu tampil apa adanya, karena itu tak akan membebani kita ?

Sungguh, jika si dia benar-benar mencintai kita tentu dia akan menerima kita apa adanya. Mau menerima kekurangan dan kelebihan kita. Tanpa basa-basi. Yang perlu diingat kita selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya, semampu kita. Insyaallah di rumah kita.

TEMAN BAIK

Selamat Pagi Dunia…

Pagi yang indah sebenarnya… tapi tak seindah suasana hatiku. ya Rabb aku ingin bebaskan hati ini dari rasa was2 dan prasangka. pagi ini izinkan merenungi pilihan yang akan aku jalani. keputusan yang akan aku lakukan. inikah jalan terbaik menurutmu ya rabb?? Semoga apapun yang aku lakukan hari senin besok adalah beserta bimbinganMu. Kumohon iringi jalanku Tuhan.

ya Allah…aku tau bahwa kau lebih tau. Bukankah yang aku lakukan itu justru lebih halal di mata diin-Mu daripada yang mereka perbuat. Lantas kenapa ya wahai rabb??kenapa ya mereka terlihat membenciku. seakan2 yang aku lakukan ini adalah perbuatan tercela.

Aku menyayangi mereka.. aku bertahan disana juga karena adanya mereka…teman2 baik yang mengisi hariku. tapi haruskan kutinggalkan semua karena mereka juga.

benarkah mereka teman baikku Tuhan?? InsyAllah selama ini aku telah berusaha baik pdnya.

Mereka teman baikku meski aku tak tau apa artiku bagi mereka….

Terimakasih ya Allah atas anugerahmu. Disaat seperti ini kau tunjukkan padaku banyak teman2 lain yang masih dan selalu mensupport aku. yang akan setia menemani, berusaha memperingatkanku akan adanya duri2 tajam yang akan melukai perjalananku. dan mengobati lukaku saat kutertancap salah satu duri itu.

Terimakasih teman

You are the part of my life